Tentang Cisolift
Saat Gabriel Lussier bergabung dengan tim go-to-market distributor peralatan Сisolift, mandatnya sederhana namun luas: membuat data berbicara di lapangan. Dia bertanggung jawab atas HubSpot, automasi, dan apa pun yang membantu tim sales menghabiskan lebih banyak waktu dengan pelanggan. Yang tidak dia inginkan adalah silo lain—atau peta yang terlihat bagus tapi terpisah dari kebenaran di CRM.
Dia memilih Mapsly.
Tantangan
- Beban perencanaan rute: Perwakilan menghabiskan sekitar 1–2 jam untuk merencanakan rute untuk hari berikutnya.
- Fragmentasi data: Data pelanggan dan prospek berada di alat yang terpisah, membuat sulit untuk menjaga catatan tetap terbaru dan terkonsolidasi di satu tempat.
- Kejelasan wilayah: Tim membutuhkan wilayah yang jelas dan cara mudah untuk fokus berdasarkan tipe pelanggan dan kota untuk hari-hari tertentu di lapangan.
Mengapa Mapsly
- Sinkronisasi dua arah dengan HubSpot (plus Google Sheets): Satu sumber kebenaran untuk akun, prospek, dan aktivitas lapangan.
- Routing yang dioptimalkan untuk kota & mikro-area: Perwakilan dapat memilih kota (misalnya, Fort Myers) atau area dan membangun rute multi-stop yang efisien dalam hitungan menit.
- Manajemen wilayah: Wilayah dipetakan dan ditugaskan kepada perwakilan tertentu.
- Penemuan Prospek di peta: Perwakilan dapat menemukan bisnis di sekitar dan menambahkannya ke HubSpot dalam dua klik.
- Lapisan & filter yang dapat dikonfigurasi: Perwakilan dengan cepat melakukan segmentasi berdasarkan jenis pelanggan (misalnya, tukang listrik, toko penyewaan) ketika promosi berubah.
- UX berfokus pada mobile & lokalisasi: Tim memuji pengalaman dalam aplikasi Mapsly dan terjemahan bahasa Prancis, yang membantu adopsi.
Minggu pertama: menghubungkan titik-titik
Gabriel menghubungkan Mapsly ke HubSpot dan Google Sheet prospek. Wilayah-wilayah untuk Québec, Ontario, dan Florida aktif, dan perwakilan melihat buku mereka ditampilkan pada peta hidup—perusahaan, prospek, dan konteks yang diambil langsung dari CRM. Reaksi tim sangat cepat: antarmuka terasa familiar, lokalisasi bahasa Prancis terasa alami, dan untuk pertama kalinya, peta dan CRM menyatu dalam harmoni.
Sehari di Fort Myers
Bayangkan seorang perwakilan memulai hari di dekat Fort Myers. Alih-alih mengelola tab dan spreadsheet, tenaga penjual tersebut:
- Memfilter peta untuk fokus pada toko penyewaan untuk promosi baru.
- Klik Optimalkan rute, menambahkan beberapa akun yang wajib dilihat, dan di 10–15 menit memiliki hari penuh yang masuk akal, bukan yang lama 1–2 jam ritual perencanaan.
- Menjelang sore, sebuah pertemuan berakhir lebih awal. Temukan Prospek—pin ungu muncul untuk bisnis di dekat yang belum ada di HubSpot. Ketuk sekali pada Ekspor, dan prospek dibuat dan ditugaskan di CRM.
- Di setiap pemberhentian, ringan formulir check-in merekam catatan dan foto. Jika terlalu jauh dari lokasi, Mapsly akan menandainya. Mengetik atau mendikte melewati keyboard ponsel tetap cepat dan cukup bebas tangan untuk penggunaan di pinggir jalan.
Apa yang berubah (dan bertahan)
- Waktu perencanaan diperkecil: Dari ~1–2 jam hingga ~10–15 menit per wakil, per hari.
- Kepadatan kunjungan meningkat: Lebih sedikit mundur, klaster yang lebih terarah, dan kunjungan “bonus” yang mudah saat waktu memungkinkan.
- Data tetap bersih: Sinkronisasi dua arah berarti catatan, foto, dan prospek baru langsung masuk ke HubSpot.
- Fokus dipertajam: Lapisan dan filter memungkinkan tim untuk beralih berdasarkan segmen (tukang listrik, sewa, dll.) dalam hitungan detik.
“Sebelumnya, merencanakan rute memakan waktu 1–2 jam. Dengan Mapsly, hanya membutuhkan 10–15 menit dan kami sudah siap untuk hari berikutnya.” — Gabriel Lussier
HubSpot + Google Sheets + Mapsly— itu saja. Satu sumber kebenaran, satu tempat untuk merencanakan, dan satu rute dari pemikiran ke tindakan.
Apa selanjutnya
- Perluas penjadwalan rute di seluruh tim.
- Standarisasi formulir check-in untuk mengkodekan catatan lapangan (dan foto) ke dalam data CRM.
- Sesi penyegaran singkat untuk perwakilan yang tersisa agar praktik terbaik menjadi universal.
Intinya: Mapsly tidak hanya menggambar rute; itu mengubah cara tim lapangan merencanakan, memprioritaskan, dan menangkap nilai di jalan—mengubah berjam-jam persiapan menjadi menit dan mengubah peta menjadi momentum.